(MOJOWARNO, 31/07/2026) – Kelompok 13 Kuliah Kerja Nyata (KKN) UPN "Veteran" Jawa Timur sukses menggelar pelatihan budidaya hidroponik dan pembuatan eco-enzyme bersama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Mojowarno pada Jumat, 31 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Mojowarno ini dihadiri oleh 30 orang ibu-ibu PKK yang sangat antusias. Program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan tingkat rumah tangga sekaligus mengedukasi warga mengenai pengelolaan limbah organik secara mandiri.
Berikut adalah detail poin penting dari pelaksanaan kegiatan tersebut:
Fokus Utama Kegiatan
Ketahanan Pangan: Memperkenalkan metode menanam sayuran yang efisien tanpa tanah di pekarangan rumah.
Manajemen Limbah: Mengurangi sampah domestik dengan mengubahnya menjadi cairan serbaguna.
Partisipasi Aktif: Melibatkan anggota TP PKK Desa Mojowarno sebagai pelopor gerakan lingkungan desa.
Pelatihan Budidaya Hidroponik
Komoditas: Memilih sayuran hijau jenis Kangkung yang cepat panen dan bernutrisi tinggi.
Materi: Edukasi teknik penyemaian benih, perawatan berkala, hingga cara pencampuran nutrisi AB Mix.
Praktik: Ibu-ibu PKK langsung merakit instalasi portabel dan belajar menanam bibit sayur bersama mahasiswa.
Workshop Pembuatan Eco-Enzyme
Bahan: Memanfaatkan sisa kulit buah dan potongan sayuran segar dari sisa dapur warga.
Proses: Metode fermentasi limbah organik menggunakan campuran air dan gula merah selama tiga bulan.
Manfaat: Menghasilkan cairan multiguna untuk pupuk organik, pembersih lantai, dan disinfektan alami.
Ketua Kelompok 13 KKN UPN "Veteran" Jawa Timur, Rafi Amanu Suryalaksana, menyatakan bahwa antusiasme peserta ini menjadi modal besar bagi keberlanjutan program di desa. Melalui sinergi ini, para mahasiswa berharap warga Desa Mojowarno dapat konsisten memproduksi sayuran sehat sendiri untuk kebutuhan keluarga sekaligus menekan volume sampah rumah tangga.
Sementara itu menurut Purwo Edi DS Sekretaris Desa Mojowarno dalam sambutannya mengatakan bahwa untuk tahun depan akan ada gerakan pemanfaatan sisa kulit buah dan potongan sayuran segar dari sisa dapur warga, untuk menghasilkan cairan multiguna untuk pupuk organik, pembersih lantai, disinfektan alami dan lain-lain. hal ini dimaksudkan selain manfaat tersebut agar sampah tidak terbuang begitu saja.(pns)






































































.jpg)








